This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 28 November 2013

Tugas 3

Nama  : Mayani Saimima Putri

NIM    : 1113051000111

Tugas   : Praktikum 3



Dalam tulisan singkat ini saya akan menuliskan hasil pemikiran saya setelah membaca dan memaknai Ar-Rahman secara berulang-ulang.

Ar-Rahman Ayat 3-4:

الْإِنسَانَ خَلَقَ
3. Dia menciptakan manusia

الْبَيَانَ عَلَّمَهُ
4. Mengajarnya pandai berbicara

Dalam ayat ketiga surat Ar-Rahman Allah menciptakan manusia. Yang sangat disadari bahwa segala ciptaan Allah mengandung maksud dan manfaat. Penciptaan manusia adalah bentuk kasih sayang Allah. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya, tujuan Allah menciptakan manusia. Manusia dengan dibekali potensi yang sangat unik. Keunikan dan kemampuan ini bukan saja dilihat dari bentuknya, akan tetapi juga dari karakter dan sifat yang dimiliki oleh manusia. Sebagai ciptaan, manusia dituntut memiliki kesadaran terhadap posisi dan kedudukan dirinya di hadapan Tuhan. Salah satu tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Yang dimaksud dengan mengabdi kepada Allah adalah taat dan patuh terhadap seluruh perintah Allah, dengan cara menjalankan seluruh perintah-perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya dalam segala aspek kehidupan. Dalam hal ini, Allah SWT, menjelaskan dalam firman-Nya, bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya.

Lalu dari ayat ke-empat, salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada manusia adalah berbicara. Saya sadar, apalah arti dunia ini tanpa manusia yang saling berkomunikasi dan berbicara dengan yang lain. Allah menciptakan manusia dan diajarkan pandai membicarakan tentang apa yang terpikir oleh otaknya. Kalau tidak, mungkin kita tidak dapat mengetahui kisah para nabi terdahulu dan bahkan nabi Muhammad tidak akan dapat mengajarkan Al-Quran kepada umatnya. Sekiranya kita sebagai makhluk Allah dapat menggunakan kemampuan yang diberikan Allah dengan sebaik-baiknya.

Rabu, 27 November 2013

Rahayu saputro 1113051000125 AT Praktikum 2

Akhlak Tasawwuf

Berakhlak Terhadap Allah

Sholat Tahajud dan Puasa Senin Kamis

 

Pengalaman berakhlak saya terhadap Allah yang paling berarti yaitu ketika saya menjalankan sunnah sholat tahajud dan puasa senin kamis. Pada bulan Ramadhan 1342H atau bulan Ramadhan pada 2011 saya rutin bisa mengerjakan solat tahajud sebelum sahur.

Disaat tersebut hati saya tergerak untuk melakukan sholat sunnah tersebut sebelum sahur. Begitu banyak berkah yang saya dapatkan selama menjalankan ibadah tersebut. Karna kita sendiri dapat mengetahui bahawa Rasul sendiri telah menganjurkan untuk melaksanaan ibadah tersebut karna berguna sebagaipencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pencegah segala macam penyakit dari tubuh.

            Saya rasakan nikmat ibadah tersebut setelah bulan Ramadhan berakhir, setiap malam saya pasti terbangun untuk mengerjakan sholat tersebut dan rasanya belum afdol kalau belum melakukannya. Ada rasa kepuasan tersendiri bisa menjalankan ibadah tersebut. Betu banyak berkah yang dapatkan setelahnya seperti membuat pikiran tenang, lebih siap menjalani hidup dan lebih mudah memahami pelajaran di sekolah.

            Hal tersebut juga terjadi pada ibadah yang sempat saya rutin kerjakan yaitu puasa senin kamis. Setelah beranjak usia saya ke 17 tahun saya mencoba membiasakan puasa pada senin dan kamis. Seperti ibadah sholat tahajut yang diatas, ketika saya mencoba beberapa kali untuk melakukan puasa selama waktu berjalan saya pun mulai terbiasa. Tanpa ada paksaan disaaat malam saya terbangun sendiri untuk sahur menjalankan puasa esok hari. Hanya dengan niat sebelum tidur saya dapat terbangun di malam hari untuk sahur.

            Jadi dari kisah saya ini jika hal baik yang sudah menjadi kebiasaan harus tetap dijalankan karna manfaat yang didapatkan akan baik untuk diri sendiri. Dan jika kebaikan tersebut dihilangkan anda akan menyesal karana susah untuk memulai kembali. 

Rahayu saputro 1113051000125 AT praktikum 3

Pengalaman saya mengamalkan dan mendawankan surat Ar-Rahman saat sholat fardu atau setiap saat

 

Ar-Rahman ayat 33

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

يَامَعْشَرَالْجِنِّوَالْإِنسِإِنِ اسْتَطَعْتُمْأَنتَنفُذُوامِنْأَقْطَارِالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِفَانفُذُوا لَاتَنفُذُونَإِلَّابِسُلْطَانٍ

          Hai jama`ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

 

            Ayat ini menyeru jin dan manusia jika mereka sanggup menembus, melintasi penjuru langit dan bumi karena takut akan siksaan dan hukuman Allah, mereka boleh mencoba melakukannya, mereka tidak akan dapat berbuat demikian. Jika mereka tidak mempunyai kekuatan sedikit pun dalam menghadapi kekuatan Allah Subhanahu wa Taala. Dan membuktikan bahwa kita sebagai makhluk tidak ada apa-apanya dihadapan Allah SWT.

            Saya mengamalkan ayat tersebut saat sholat dan setelah sholat. Pengalaman saya selama mengamalkan ayat tersebut yaitu, kita sebagai manusia bisa menempatkan dimana saat ini kita berada. Kita jadi manusia lebih merasa merendah dan tidak boleh sombong. Lebih mengingatkan kepada kita akan kekuatan Allah SWT yang tak ada bandingannya. Menjalankan segala perkejaan dengan minta pertolongan kepada Allah dan atas perizinan-Nya. Karna di jika kita menjalankan perkerjaan tanpa perizinan-Nya segala pekerjaan kita akan sia-sia tidak ada kepuasan secaran lahir dan batin. Mengajarkan kita untuk selalu menjaga tingkah laku atau prilaku kita dalam kehidupan sehari-hari bahwa Allah selalu mengawasi kita. Dan kita sebagai makhluknya harus selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Selasa, 26 November 2013

PRAKTIKUM 3 AKHLAK TASAWUF By Syahrul Hidayanto

PRAKTIKUM 3 AKHLAK TASAWUF

 

Nama  :  Syahrul Hidayanto

Kelas   :  KPI 1 C

NIM    :  1113051000138

Pengalaman Saya Syahrul Hidayanto Mengamalkan/Mendawamkan Surat/Ayat Ar-Rahman Setelah Shalat Fardhu atau Setiap Saat

Mendawamkan itu berasal dari bahasa arab yang artinya terus menerus atau membiasakan. Dengan kata lain mengistiqomahkan suatu amal atau membiasakan suatu perbuatan. Ada hal menarik setelah saya mengamalkan/mendawamkan ayat 26, 27 dan 29 dalam surat Ar-Rahman setelah shalat fardhu. Selama ini saya terkadang lupa akan pemberian Allah SWT. Saya hanya ingat akan pemberiannya ketika saya menghadapi kondisi sulit, susah dan membahayakan. Dalam ayat 26 surat Ar-Rahman, Allah berfirman :


Artinya : "Semua yang ada di bumi itu akan binasa,"                      

Ayat ini mengingatkan saya, kalau semua yang kita peroleh di dunia itu hanya sementara, dan semua itu nanti akan binasa. Kemudian dalam ayat 27 dan 29 surat Ar-Rahman, Allah juga berfirman :


Artinya : "tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal."


Artinya : "Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan."

Dari sini dibuktikan bahwa manusia tidak dapat hidup tanpa adanya pertolongan Allah. Saya berangkat kuliah, istirahat, dan lain sebagainya, itu semua atas pertolongan Allah, atas izin-Nya. Dan sudah seharusnya manusia bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh-Nya.

 

Akbarfirmansyah.kpi1c13.uinjkt@blogger.com

PRAKTIKUM 2 By Syahrul Hidayanto

PRAKTIKUM 2 AKHLAK TASAWUF

Nama  : Syahrul Hidayanto

NIM    : 1113051000138

Kelas   : KPI 1 C

Tema  : Pengalaman Saya Berakhlak Kepada Allah

 

NIKMAT SHALAT DHUHA

            Awalnya saya merasa shalat dhuha itu hanya shalat sunnah biasa saja dan tidak memiliki keistimewaan. Saya berpendapat seperti itu karena saat itu saya sama sekali belum merasakan nikmat dari shalat dhuha. Berkali-kali saya shalat dhuha tetapi saya belum merasakan nikmat itu. Ternyata setelah bertanya kepada guru saya, orang tua dan teman-teman yang telah merasakan nikmat dari shalat dhuha, ada dua hal yang terlewatkan ketika saya melaksanakan shalat dhuha.

            Dua hal yang terlewatkan adalah keikhlasan dan kesabaran. Memang benar, saat mengerjakan shalat dhuha saya tidak peduli dengan ikhlas atau tidak ikhlasnya saya melakukan shalat dhuha. Yang ada dipikiran saya adalah setelah mengerjakan shalat dhuha secara rutin, saya akan mendapatkan nikmat yang besar. Tapi saya salah. Nikmat shalat dhuha hanya bisa dirasakan oleh orang yang mengerjakan shalat  dengan ikhlas dan sabar. Mengerjakan shalat dhuha berkali-kali tanpa keikhlasan dan kesabaran itu tak akan berarti apa-apa.

            Jika kita mengerjakan shalat dhuha dengan ikhlas dan senantiasa bersabar maka Allah akan menurunkan rizki diatas langit, mengeluarkannya jika ada di dalam bumi, memudahkannya jika rezeki itu sukar didapatkan, mensucikan jika haram, didekatkan jika rezeki itu jauh dan Allah juga akan melimpahkan segala apa yang telah Allah limpahkan kepada hamba-hambanya yang shaleh.

Suatu hari saya merasakan himpitan ekonomi keluarga. Saya ingin kuliah. Tapi uang untuk biaya pendaftaran pun tak ada. Motivasi saya ingin kuliah adalah saya ingin mengubah keluarga saya menjadi lebih baik dan terbebas dari kemiskinan yang selama ini saya alami. Saya teringat akan nikmatnya shalat dhuha yang dahulu dijelaskan guru saya saat di SMK.

Dari situ saya berusaha untuk mendapatkan nikmat dari shalat dhuha. Saya mulai rutin kembali mengerjakan shalat dhuha di jam istirahat sekolah ataupun saat di hari libur. Ikhlas dan sabar pun saya terapkan. Hingga suatu hari nikmat itu datang. Setelah bersabar menunggu dan ikhlas saya mendapatkan nikmat itu. Ya, nikmat shalat dhuha.

Saya dipanggil ke kantor Kepala Sekolah. Saya bingung. Ada apa saya dipanggil? Padahal semua iuran SPP sudah saya lunasi dari beasiswa SMK, atau karena ada masalah dengan teman? Tak mungkin, saya tak pernah punya masalah dengan teman satu sekolah. Ketika dipersilakan duduk oleh Bapak Kepala Sekolah, saya masih berpikir kenapa saya dipanggil. Hingga akhirnya dia mulai bicara : "Hmm… saya mau menyampaikan pesan dari Ketua Yayasan. Sebulan yang lalu kamu kan berhasil jadi Juara 2 Web Design tingkat Provinsi, nah, pihak Yayasan merasa kalau kamu sudah membawa nama baik Yayasan Islamiyah di Banten. Maka dari itu kamu mendapatkan beasiswa tambahan dari pihak Yayasan sebesar 700 ribu. Silakan kamu tanda tangan di kertas ini untuk tanda bukti kalau kamu sudah menerima uang beasiswa."

Saya kaget, tak percaya, Apakah ini nikmat shalat dhuha yang sebenarnya? Subhanallah, nikmat yang ia berikan lebih dari cukup. Setelah mengerjakan shalat dhuha dengan ikhlas dan selalu bersabar serta tak lupa berusaha, akhirnya nikmat shalat dhuha yang saya tunggu itu datang. Bahkan melebihi apa yang saya minta. Setelah itu saya mulai termotivasi untuk terus mengerjakan shalat dhuha dengan keikhlasan dan juga kesabaran. Itulah sedikit cerita tentang pengalaman saya berakhlak kepada Allah. Mudah-mudahan pembaca menjadi terinspirasi dengan kisah yang saya alami.

febrian ramadhan ( Manusia Merupakan Hamba Allah Yang Lemah ) tugas 3

Diterangkan oleh Allah dalam Al-Qur'an surat Ar-rahman ayat 33 yang Artinya :

"wahai golongan jin dan manusia jika kamu sanggup menembus penjuru langit dan bumi maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

Ketika membaca ayat tersebut saya merasa bahwasanya tidak akan ada yang mampu menembus alam semesta ini karena sesungguhnya alam semesta ini sangat luas dan besar, tidak sebanding dengan apa yang kita selalu fikirkan dan gambarkan. Karena memang tidak ada uyang pernah bisa menembus hingga luar angkasa sana. Dan sesungguhnya kita (manusia ) merupakan hambanya yang lemah, buka berarti kita tidak bisa berfikir, tapi janganlah kita terus berfikir atas keberadaan Allah yang benar-benar ada tapi lihatlah sekeliling kita tidak mungkin mereka ada tanpa ada yang menciptakannya. Karena sesungguhnya kita btidak akan mampu memikirkan lebih jauh tentang Allah dan Hari Akhir.

Betapa kecilnya kita, dan lemahnya kita dimata maka jangan sampai kta menjadi orang-orang yang sombong atas kekurangan kita.

febrian ramadhan (DIBALIK SEBUAH MASALAH PASTI ADA HIKMAH) tugas 2

Allah SWT robb yang maha kuasa, tidak pernah memberikan cobaan kepada umatnya melebihi kemampuan umatnya, dan sebuah cobaan merupakan alat untuk mengangkat derajat  seseorang, seperti yang saya alami saat saya merasa diambang kejenuhan dalam diri, yang mana banyak permasalahan yang banyak dalam keseharian saya, sehingga timbul dalam hati ingin rasanya pergi dari rumah untuk mencari sesuatu hal yang baru, mencari keceriaan, kesenangan, Dll. Namun ketikan Adzan magrib berkumandang saya merasa dipanggil oleh Allah SWT untuk melaksanakan sholat berjama'ah magrib di masjid, dan saya bersiap guna melaksanakan sholat berjamaah ketika saya sampai saya melihat para jamaah yang banyak dan keharmonisan di dalamnya, saat mulai solat keresarian takbirpun terlihat, tidak terasa air mata menetes ketika solat menggetarkan hati. Setelah solat keindahan lafadz dzikir bersenandung, air matapun terus menetes bahkan lebih banyak, kata – kata istigfar pun lebih sering di sebut sambil mengingat kesalahan, dan segala perbuatan dosa yang pernah saya lakukan. Dan alhamdulillah pikiranpun kembali tenang, saya menjadi merasa memiliki tujuan hidup, serta lebih cerah untuk berfikir. Keesokan harinya saya merasa segala keinginan saya alhamdulillah di permudah jalannya, di berikan petunjuk mana yang benar dan mana yang salah.   Sesungguhnya engkau Ya Allah SWT maha pengasih lagi maha pemaaf.